Adalah hal yang wajar ketika mata laki-laki terhenyak melihat kemolekan wanita. Dari gambaran itu, dapat kita mengerti bahwa wanita sebenarnya adalah salah satu titik di dunia ini yang bisa menjadi penggoda. Penggoda dalam artian yang luas sekali. Baik itu positif maupun negatif. Hal ini dapat kita saksikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya saja betapa ramainya ketika sebuah pertunjukan menampilkan penyanyi atau bintang tamu seorang perempuan. hal ini berbalik ketika bintang yang muncul adalah seorang pria.....pastinya akan muncul bunyi hu....huuuu.........hu. Atau pada tingkat yang lebih parah adalah muncul istilah penonton kecewa.
Kemudian apakah hubungan perempuan sebagai penggoda dengan pemilu 2009 atau setidaknya pilkada di Jawa Timur. Mari kita pikir sejenak.....ya....sejenak saja gak pake lama.....misalnya saja perempuan ini adalah sebuah organisasi yang banyak sekali pasang mata yang memandangya bahkan mengincarnya. Maka adalah hal yang wajar ketika pilkada atau pemilu mulai menggema, maka organisasi ini menjadi salah satu titik didunia ini yang bisa menjadi penggoda. Ini masih wajar...sebagaimana penyanyi tadi dia boleh saja menarik perhatian banyak lelaki, boleh saja membius pikiran penonton. tapi ingat bahwa perempuan tadi tidak tergoda dengan penonton. sedikitpun. karena dia merasa "profesional" sebagai penggoda, yang tugasnya menggoda bukan sebaliknya. di goda atau tergoda.
Tetapi kenyataannya ini tidak terjadi pada organisasi yang sedang kita "rasani" ini. Dia selalu bisa menjadi "penggoda" bagi setiap calon presiden atau gubernur pada setiap pemilu. tetapi yang menyedihkan adalah ketika itu juga dia "digoda" bahkan "tergoda" juga oleh yang memandangnya.
Kita bisa lihat dari bebrapa calon Gubernur baik di Jawa Timur atu Jawa Tengah semuanya wakilnya adalah dari organisasi yang sama.
0 komentar:
Posting Komentar