FACEBOOK HARAM.....!?

Berita mengejutkan dari Jawa Timur, para ulama Pondok Pesantren se Jawa-Madura yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri (FMP3) menyatakan fatwa Haram bagi Facebook. Pernyataan ini dikeluarkan saat pembahasan di forum Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtdien Lirboyo, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.“Ini merupakan hasil pembahasan terakhir yang kami lakukan semalam. Intinya, larangan ini kami keluarkan sesuai dengan aturan yang sudah ada dalam ketentuan agama,” kata salah satu anggota perumus Komisi C FMP3, Masruhan. (dikutip KabarIT dari Detikinet)

Namun fatwa ini menuai kecaman dari beberapa pengguna Facebook. Bapak Blogger Indonesia dan pengamat internet Enda Nasution menganggap itu kurang kerjaan dan terkesan seperti fatwa lucu-lucuan ala ulama.

“Tanggung, kalau gara-gara penggunaan Facebook berlebihan, terus dikeluarkan fatwa haram. Sekalian saja penggunaan internet, ponsel, dan semua hal yang berlebihan di fatwa-kan haram,” tegas Enda yang juga anggota Facebook aktif. (dikutip KabarIT dari Okezone)

Para ulama menganggap pertemanan spesial berlebihan yang dilakukan di Facebook haram, karena pada Facebook pertemanan yang secara spesial tanpa tujuan keseriusan. Jika pertemanan spesial untuk mengenal dan diteruskan dalam hubungan pernikahan diperbolehkan, namun pada Facebook tidak seperti proses khitbah (pinangan atau lamaran),.

Jadi pengharaman ini hanya berlaku untuk pertemanan spesial yang berlebihan saja, namun tetap halal jika sesuai manfaat dan penggunaannya.


Baca Selengkapnya..

Menkeu tidak Setuju Bantuan ADB ke Madrasah Distop

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai bantuan lunak dari Bank Pembangunan Asia/ADB ke madrasah selama ini cukup bermanfaat untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga adanya usulan agar bantuan dihentikan, perlu dikaji lebih dulu.

"Sebenarnya saya tidak ingin menjawab pertanyaan itu, karena secara pribadi saya masih melihat bantuan ADB bagi lembaga pendidikan seperti madrasah masih banyak manfaatnya ketimbang mudharatnya," kata Sri Mulyani di Nusa Dua, Bali, Sabtu (2/5).Ia dimintai tanggapannya terkait adanya usulan dari LSM perempuan yang meminta kepada Presiden ADB Haruhiko Kuroda untuk menghentikan bantuan lunak/hibah kepada madrasah dan sejenisnya, karena dinilai bantuan itu justru dapat mendorong radikalisme agama.

Menurut LSM tersebut, pendidikan di pesantren dan madrasah masih memberlakukan perbedaan gender terhadap wanita. Oleh karena itu, bantuan tersebut seyogianya dihentikan.

Menteri keuangan mengatakan bantuan ADB sangat tergantung kepada pemerintah yang bersangkutan. "Jika salah satu lembaga diberi bantuan, tetapi tidak mau menerima, bagi ADB, hal itu tidak masalah," katanya.

Ia mengatakan semua bantuan dari ADB yang berkantor pusat di Filipina itu dipastikan ada manfaatnya dan berdampak positif. "Apakah itu untuk pembangunan sanitasi dan penyediaan air bersih, pusat kesehatan masyarakat, maupun penanggulangan kemiskinan melalui pemberian kredit usaha kecil," katanya.

Sumber di ADB yang tidak mau disebut namanya juga mengatakan bantuan dari ADB bagi madrasah/sekolah keagamaan di Indonesia selama ini cukup bermanfaat. "Madrasah di Indonesia jangan dibayangkan seperti di Pakistan dan Afghanistan. Semua bantuan atau hibah yang diberikan ADB selama ini cukup bermanfaat bagi kemajuan ilmu dan pengetahuan keagamaan," katanya, seraya menambahkan sangat tidak relevan jika ada usulan untuk menghentikan bantuan tersebut.

Sementara itu, menurut Sri Mulyani, dalam sidang Bank Pembangunan Asia kali ini didahului dengan pertemuan bilateral antar negara seperti dengan Malaysia dan Australia. "Sebelum sidang dibuka, kita tadi banyak melakukan seminar dan pertemuan bilateral seperti dengan Menteri Keuangan Malaysia dan Australia," katanya.

Khusus dengan Australia, kata dia Australia menawarkan pinjaman, tetapi tawaran itu akan dimintakan persetujuan dari DPR. Meskipun banyak tawaran bantuan, menurut Sri Mulyani tawaran itu merupakan bentuk dari kepercayaan. "Namun, apakah tawaran tersebut akan diambil, itu tergantung APBN kita," katanya.

Menurut dia, jika devisit-nya besar dan butuh pembagunan infrastruktur seperti jalan dan perumahan, mengapa tidak diambil kalau bunganya rendah dan jangka waktunya lama. "Tetapi, jika ada pihak yang menyarankan untuk tidak menambah utang luar negeri, hal itu tergantung dari kebutuhan pemerintah, dan pendapat DPR bagaimana," katanya.Â


Baca Selengkapnya..

Hati-Hati....! Facebook Ingin Mencari Uang dengan Menjual Data Anda

Pendiri Facebook akhirnya menemukan cara untuk mengeruk keuntungan dari data pribadi 150 juta penggunanya. Facebook berencana mengeksploitasi informasi pribadi yang berisikan 150 juta pengguna dengan menciptakan database riset market terbesar. Berupaya untuk menguangkan situs jejaring sosial yang dinilai sebesar $15 milyar, tidak lama lagi Facebook akan mengijinkan perusahaan multinasional untuk melakukan berbagai riset melalui survei.Perusahaan dapat menanyakan pertanyaan spesifik kepada pengguna dalam demografi tertentu seperti apakah mereka masih lajang atau sudah menikah, lokasi, umur dan bahkan orientasi seksual.

Perusahaan yang sebelum ini terus berjuang untuk mendapatkan uang dari iklan telah mendemonstrasikan keuntungan dari sistem polling singkatnya kepada beberapa pemimpin bisnis paling berpengaruh di dunia pada World Economi Forum di Davos.

Dalam sebuah wawancara dengan The Sunday Telegraph, Randi Zurkerberg direktur pemasaran global Facebook sekaligus saudara kandung dari Mark Zuckerberg yang berumur 24 tahun mengatakan bahwa banyak perusahaan multinasional tertarik dengan kemampuan Facebook mendapatkan masukan secara real-time dari jutaan pengguna hanya dalam waktu singkat.

"Banyak orang mengatakan 'ini akan menjadi bisnis yang sangat hebat untuk kami'. Dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk melakukan survei yang difokuskan ke grup tertentu, dan dunia bisnis seringkali tidak memiliki waktu yang begitu berharga. Saya rasa mereka menyukai respon instan ini," katanya.

Pada konferensi tersebut, Facebook menanyakan sejumlah pertanyaan kepada pengguna di seluruh dunia dan mendapatkan jawabannya dalam hitungan menit saja. Ia secara selektif memilih target pengguna di Palestina lalu Israel dengan pertanyaan yang sama mengenai perdamaian dunia, sebelum mendiskusikannya dalam sebuah forum diskusi. Zuckerberg juga menanyakan kepada 120.000 anggota AS apakah stimulus yang dikucurkan oleh Obama akan cukup untuk menyelamatkan perekonomian AS. Hampir 60 persen mengatakan bahwa itu tidak akan cukup.

"Davos merupakan tempat kunci untuk meluncurkan peralatan instan seperti ini," kata Mark Zuckerberg. "Sangat berguna bagi semua orang untuk melihat komunitas global yang memiliki 150 juta pengguna. Mayoritas pengguna bukanlah mahasiswa AS yang hanya berbincang-bincang di kamar tidur mereka. Kami menunjukan bahwa kami adalah komunitas yang penuh wawasan."

Kehadiran Facebook di konferensi ekonomi dan bisnis adalah perubahan radikal untuk sebuah situs jejaring sosial yang sebelumnya lebih dikenal sebagai situs yang digunakan pelajar atau anak muda. Kini Facebbok dipromosikan sebagai "serius dan berwawasan" kepada orang dewasa dengan demografi yang besar dan berguna bagi pemasar.

Pakar pemasaran mengatakan bahwa jumlah informasi pribadi yang dimiliki Facebook, beserta loyalitas penggunanya dapat bernilai "jutaan yang tidak terbilang" kepada perusahaan yang bergerak di bidang riset pasar.

Baca Selengkapnya..